domino onlineTogel Singapore
NEWS

Seiring Dengan Larangan Mudik Namun Membludaknya Penumpang Pesawat Apa Solusi Pemerintah?

ISTANA CERITA – Pandemi COVID-19 yang belum kunjung usai hingga saat ini tidak membuat masyarakat Indonesia membatasi diri dari lingkungan ramai, ini sangat disayangkan sekali karena semua peraturan yang ditetapkan akan menjadi sebuah pasal yang sia-sia.

Tidak akan berhenti pandemi ini jika seluruh masyarakat tidak memiliki kesadaran diri masing-masing, bahkan sampai PSBB sudah diberlakukan tidak menjadikan hirauan bagi khalayak.

Pada Kamis pagi terlihat potret calon para penumpang pesawat antre dengan berkrumunan tanpa ada pembatas jarak dan sampai kini menjadi viral perbincangan seluruh masyarakat publik.

Tepatnya berada di terminal 2 Bandara Soekarno Hatta. Selaku penanggung jawab pihak PT Angkasa Pura II menjlaskan bahwa antrean membludak tersebut berlangsung pada pukul 04:00 WIB dan normal kembali sekitar pukul 05:00 WIB.

Ada 13 penerbangan di antara jam tersebutdengan keberangkatan yang hampir sama dengan penumpang yang cukup banyak dengan penerbangan pesawat Lion Air Group dan Citilink.

Setelah menteri perhubungan Budi Karya menetapkan untuk boleh beroperasi kembali seluruh moda transportasi melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang pengendalian mudik selama pandemi COVID-19. Lewat surat edaran yang bertulis Permenhub sudah mengoperasionalkan pelayanan transportasi dan terkait urusan kerja namun bukan mudik.

Di sisi lain Yurianto menegaskan bahwa agar cepat berakhir pandemi ini harus disiplin dan jangan sampai lengah dalam keadaan.

Kesalahan penumpukan penumpang ini bukan dari pihak bandara saja namun ada beberapa pihak lain yang diantaranya Kemenkes atau kantor kesehatan pelabuhan.

Dijelaskan bahwa bandara bukan rumah sakit yang memiliki fasilitas ruang khusus pengecekan Virus Corona dan juga pihak bandara menegaskan bahwa penumpang yang sebelumnya memiliki tiket harus benar-benar sudah memenuhi standart kesehatan yang baik baru bisa membeli tiket pesawat, setelah itu penerbangan akan dilakukan tanpa mengecek kembali kesehatan para calon penumpang.

Seharusnya pelonjakan penumpang sudah bisa diprediksi dan saat ini malah tidak ada kesiapan atau koordinasi pemerintah.

Pelonjakan penumpang ini seharusnya bisa ditekan sebelum terkait pelaksanaan teknis.

Bandara Soetta juga mengeluarkan peraturan baru terkait penumpukan penumpang yaitu slot penerbangan terbagi hanya 5-7 penerbangan perjamnya agar tidak terlalu menumpuk.

Peraturan lainnya ialah penataan sistem antrean bagi para penumpang dan dipastikan jumlah penerbangan hanya 50% kapasitas kursi pesawat.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close