domino onlineTogel Singapore
NEWS

Operasi Tangkap Tangan (OTT) Oleh KPK, Masih Golongan Tidak Berprestasi?

ISTANA CERITA – Bupati Kutai yang di tangkap oleh KPK pada kamis, 02 Juli 2020 malam bersama istri dan seorang Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah di salah satu hotel Jakarta dengan tindak operasi tangkap tangan.

Tim penyidik dari KPK berhasil menangkap tangan Bupati Kutai kasus penangkapan tangan ini malah menjadi sorotan publik yang menyatakan dan membandingkan dengan kasus Harun Masiku yang jelas masih berada di Indonesia.

Masyarakat melontarkan kritik kepada KPK karena diduga bahwa pihak KPK takut dalam mengevekuasi yang bersangkutan karena berasal dari partai penguasa.

Sampai saat ini publik berharap KPK konkret segera bisa mengatasi kasus tersebut.

Pada tangkap tangan kali ini menimbulkan polemik seperti halnya pada 2 tangkap tangan lalu.

Yang pertama penangkapan Wahyu Setiawan dan Harun Masiku yang telah diketahui bahwa KPK sangat enggan untuk menangkapnya, padahal sudah jelas bersalah.

Penangkapan berikutnya yaitu pada Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan atas dugaan pelibatan rektor Universitas Negeri Jakarta (UN). Pada penangkapan itu justru dilakukan dan dilimpahkan perkaranya kepada pihak kepolisian yang seharusnya ICW memandang bahwa kasus tersebut dapat diambil alih oleh KPK sendiri.

Hal ini menjadikan publik meragukan keseriusan dari pimpinan KPK untuk menangani kasus korupsi di Indonesia.

Dari sudut pandang Pakar Hukum Pidana Trisakti menilai bahwa operasi tangkao tangan terhadap Bupati Kutai Timur ini masih tergolong cakupan kecil dan tidak akan merubah keraguan masyarakat terhadap KPK.

“Penangkapan lemah seperti ini sangat tidak mempengaruhi peta korupsi nasional, dan tidak ada prestasinya sama sekali”Ujar Firli.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close